Jumat, 15 Desember 2017

SDK INDRIYASANA SUKUN, MALANG

Selamat datang di komunitas kami..

     Sebelum menjelaskan mengenai profil dan sejarah, serta nilai-nilai Pancasila yang diterapkan di SDK Indriyasana, kami akan memaparkan terlebih dahulu alasan kami memilih SDK Indriyasana, Sukun, Malang. Mungkin terdengar biasa saja untuk memilih sekolah dasar sebagai komunitas sosial. Namun sekolah dasar yang kami pilih ini berbeda. Mereka menjunjung tinggi kekeluargaan serta kerja sama tim untuk memajukan sekolah dengan anggota beragam agama, beragam suku, kemampuan, dan dengan keterbatasan tempat. Mereka memiliki motto "WALAU KITA KECIL TAPI BERKWALITAS". Tulisan ini terpampang di kaca jendela depan sekolah, tepat membentuk garis lurus dengan gerbang sekolah, sehingga sangat terlihat ketika kita memasuki sekolah tersebut.


    SDK Indriyasana merupakan sekolah dasar yang terletak di Sukun, Malang dan bergabung dengan TKK Indriyasana. Kedua sekolah tersebut dinaungi sebuah yayasan swasta bernama "Yayasan Dharma Ibu Malang". Bagaimana kronologi cerita terbentuknya SDK Indriyasana Sukun, Malang? Mari simak penjelasan berikut..
       Yayasan Dharma Ibu atau sering disebut dengan istilah YDI adalah sebuah yayasan yang menangani bidang pendidikan, berkonsentrasi di bidang pendidikan anak-anak di sekolah. Yayasan ini merupakan sub bagian dari seksi kecil Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang mengepakkan sayapnya  dari Sabang sampai Merauke telah mempunyai dan membentuk Yayasan Dharma Ibu. Yayasan Dharma Ibu Cabang Malang  dibentuk berdasarkan Akta  Pendirian  Yayasan.
     Sejak  tahun   1967, awalnya YDI  Malang  menangani  TKK  pemberian  Pemerintah  Republik Indonesia karena semula TKK tersebut dimiliki oleh Gerwani yang berada diwilayah kecamatan Sukun  dan ada lagi TKK yang berada diwilayah Celaket Kota Malang. Seiring perjalanan waktu pada  tahun 2000 TKK diwilayah Celaket dikembalikan ke yayasan yang menaungi sebelumnya dan  ditempat  tersebut  sekarang   telah  dibangun  menjadi  Yayasan  Karmel  Malang TKK  di wilayah  Sukun masih eksis hingga sekarang.
     Pada Tahun 1970 di Sukun Kota Malang YDI membangun gedung dan sebuah sekolah baru secara bertahap dan bahan sederhana (belum permanen) untuk menampung lulusan TKK Suku yang diberi nama SD Katolik Indriyasana, dengan kegigihan dan semangat  pengurus YDI sekolah ini terus mengalami renovasi dan penyempurnaan. Di wilayah Malang, mungkin YDI merupakan sebuah yayasan yang kecil, namun tidak berkecil hati YDI terus ikut serta berkiprah dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh MPK,BKS Keuskupan Malang dan Dinas Pendidikan Kota Malang, sekolah dibawah naungan YDI terus hidup walau kadang masih tersendat-sendat dalam perjalanannya, apalagi mengenai sistem penggajian tenaga pendidik dan karyawan serta biaya oprasional sekolah, namun hal itu merupakan tantangan bagi YDI untuk terus gigih berjuang dan bekerja makin keras,hasilnya tidak sia-sia berkat kerja keras dan bantuan dari doa-doa YDI sekarang sudah mempunyai hampir 75% gurunya mendapat sertifikasi dan inpassing dari pemerintah,sehingga YDI sudah mulai bisa bernafas lega tentang pengeluaran penggajian guru walaupun tetap tidak meninggalkan tanggung jawab dengan memberikan uang lelah sesuai dengan masa pengabdian guru dan karyawan.
      YDI berusaha mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dan Puji syukur dana BOSDA melalui dana Hibah dari Pemkot Malang juga akhirnya terealisasi sehingga sedikit sudah meringankan beban operasional, YDI berharap sekolah yang dinaunginya bisa sejajar dengan sekolah-sekolah lain,namun kendala kembali menghadang, bangunan gedung terutama atap yang terakhir direnovasi tahun 1980 dan belum pernah diganti sudah kelihatan lapuk sehingga  dapat membahayakan keselamatan jiwa guru dan peserta didik,segala upaya mencari dana dan donatur akan dilakukan oleh pengurus YDI demi masa depan anak-anak didik.
      Pada tahun 2004-2015 dilakukan  tahapan perbaikan pembangunan kembali dari mulai ruang guru sampai tiap tiap kelas. Dengan motto HUT TKK ke 53 Th dan SDK ke 47 Th “ Biar kecil tapi Bermutu”  kami siap mengantar anak-anak bangsa ini menjadi anak bangsa yang sehat, mantap, dan bekerja keras demi mengabdi pada Nusa dan Bangsa Indonesia.
       YDI sendiri memiliki logo dan visi misi sebagai berikut :
-     Visi : Yayasan Dharma Ibu adalah Wadah Wanita Katolik untuk berkarya di bidang Pendidikan, Sosial, Kemanusiaan demi kesejahteraan bersama.
- Misi : (a) Meningkatkan Kwalitas hidup manusia sejak usia dini.
                    (b) Meningkatkan kehidupan yang lebih baik berdasarkan keadilan sosial.

      Setelah terbentuk SDK Indriyasana Sukun, maka terdapat logo, visi-misi, struktur kepengurusan, dan hal-hal lain yang mendorong pendirian sekolah tersebut. Untuk mengetahui secara lanjut, mari kita simak lagi selanjutnya...

  • Logo SDK Indriyasana Sukun
  • Visi SDK Indriyasana Sukun

    Menghadirkan Kasih Allah dalam Pelayanan, Kesederhanaan, Kegembiraan dan Persaudaraan dalam Pendidikan anak-anak agar menjadi pribadi yang berkembang secara seimbang.

  • Misi SDK Indriyasana Sukun
  1. Sekolah yang bermutu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat
  2. Sekolah yang asri dan penuh Cinta Kasih
  3. Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah, Yayasan Dharma Ibu dan Masyarakat
  4. Menumbuh kembangkan kemampuan Intelek dan belajar seiring dengan pembudayaan belajar mandiri sejak usia dini
  5. Meningkatkan Etos kerja yang profesional
  6. Memanfaatkan prasara secara optimal
  7. Menyelesaikan masalah secara kekeluargaan
  • Struktur Oganisasi
  • Daftar Guru dan Penjaga SDK Indiyasana Sukun

  • Keadaan infrastruktur fisik komunitas
          SDK Indriyasana merupakan Sekolah Dasar yang terletak di Jl. S. Supriadi Gg. IV No. 2306, Sukun, Kec. Sukun, Kota Malang Prov. Jawa Timur. Sekolah Dasar ini merupakan sekolah yang berbasis Agama Katolik. Sekolah Dasar ini terletak di perkampungan yang kurang terekspos kepada masyarakat. Sekolah ini terletak di gang kecil yang memiliki jalan sangat ramai. Menurut kami letak dari sekolah ini kurang strategis karena terletak di dalam perkampungan dan juga jalannya sangat ramai dilewati oleh pengguna sepeda motor.
      Sekolah ini memiliki enam kelas untuk Sekolah Dasar dan dua kelas untuk Taman Kanak-Kanak. Bentuk sekolah ini seperti rel kereta api yakni berbentuk memanjang bukan melebar, sehingga sekolah ini kurang memadai dengan luas area yang tidak besar, walaupun begitu sekolah ini terlihat indah dan asri. Para guru dan murid-murid saling menjaga lingkungan sekitar supaya sekolah mereka terlihat indah walaupun tidak luas.
        Sekolah ini memiliki guru yang berjumlah delapan orang yang mengajar pada seluruh kelas serta satu orang cleaning service yang bertugas membersihkan seluruh area sekolah. Setiap kelas memiliki murid yang berjumlah 25 orang dan setiap kelas sudah merupakan satu angkatan. Semakin lama jumlah di Sekolah Dasar ini semakin sedikit karena kurangnya peminat murid baru yang masuk serta banyaknya guru yang mengundurkan diri karena alasan gaji yang diterima. Ruangan kelas cukup memadai untuk kegiatan mengajar karena tersedianya bangku dan kursi yang baik dan fasilitas lainnya seperti papan tulis dan meja guru. Sekolah ini juga memiliki fasilitas lain berupa ruangan laboratorium, tetapi ruangan ini sangat sempit hanya seluas 2 x 3 m2.
    Laboratorium digunakan untuk pelajaran IPA seperti pelajaran Biologi. Ruangan laboratorium yang digunakan tidak memadai karena kipas angin yang tidak bisa menyala kemudian sumber listrik yang tidak baik. Selain itu sekolah ini memiliki fasilitas lain seperti kamar mandi, kamar mandi di sekolah ini berjumlah dua yang tidak cukup nyaman dipakai karena kurang lebar. Walaupun begitu tetapi sekolah ini tetap menjaga kebersihan lingkungan seperti tidak adanya sampah yang berserakan serta keadaan ruang kelas yang tertata rapi. Sekolah ini memiliki parkiran yang juga tidak terlalu besar karena melihat dari segi luas area yang tidak cukup besar. Kemudian terdapat ruang tamu yang digunakan untuk menjamu tamu. Walaupun ukurannya tidak besar tetapi cukup untuk menghormati tamu yang datang.
  • Kegiatan Komunitas
       SDK Indriyasana sudah menjalankan nilai-nilai dari pancasila baik dari sila pertama sampai sila kelima. Pada sila pertama yang berbunyi “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ telah dijalankan oleh sekolah SDK Indriyasana dengan cara melakukan doa setiap pagi sebelum manjalankan aktivitas. Kemudian sila kedua yang berbunyi “ Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab “ sudah diterapkan oleh SDK Indriyasana dengan cara memperlakukan adil setiap murid tanpa membeda-bedakan agama, rasa, suku , budaya maupun ekonomi. SDK Indriyasana juga menerapkan sila ketiga yang berbunyi “ Persatuan Indonesia “ hal ini dilihat dari kegiatan memperingatai Hari Pahlawan dengan melakukan upacara menggunakan baju adat dari berbagai daerah. Sila keempat yang berbunyi “ Kerakyaatan yang di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”juga sudah diterapkan degan cara melakukan musyawarah sampai mencapai mufakat dengan teman sekelasnya saat akan melakukan suatu kegiatan. SDK Indriyasana juga melakukan penerapan pada sila kelima yang berbunyi “ Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dengan cara melakukan gotong royong dan melakukan hak dan kewajiban secara seimbang.
     SDK Indriyasana merupakan salah satu sekolah yang dapat di contoh oleh sekolah lainnya. Karena SDK Indriyasana menerapkan nilai-nilai pancasila kepada siswa dan siswi serta para guru dan staff juga menerapkan nilai-nilai tersebut. Kelima sila Pancasila dapat diterapkan dengan baik sehingga siswa siswi SDK Indriyasana dapat menjadi bakal-bakal warga Negara Indonesia yang memiliki rasa cinta tanah air. Hal ini penting untuk ditanamkan sejak dini. Sehingga kami melakukan kegiatan yang mengajarkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan Memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini kami lakukan pada tanggal 28 Oktober 2017 dengan melakukan kegiatan lomba antara kelas dan upacara. lomba yang kami lakukan yaitu lomba pidato yang bertemakan Pahlawan dan lomba menyanyikan lagu nasional. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membanggun jiwa generasi muda yang lebih peduli untuk cinta tanah air.
  • Potensi Sumber Daya Manusia
        Potensi sumber daya manusia di SDK Indriyasana sudah diberdayakan dengan baik dan maksimal. Hal ini dilihat dari banyaknya prestasi yang diraih oleh SDK Indriyasana. Siswa-siswi SDK Indriyasana oleh para gurunya sudah diajak dan dilatih untuk diikutkan dalam berbagai perlombaan. SDK Indriyasana banyak meraih perlombaan dalam bidang seni seperti tari dan menyanyi. Walaupun sekolah ini tergolong kecil/memiliki luas bangunan yang kecil, anak didik SDK Indriyasana memiliki rasa percaya diri dan daya juang yang tinggi untuk mengikuti lomba-lomba baik tingkat kecamatan maupun tingkat nasional.

     Nah, di atas merupakan penjelasan lengkap mengenai informasi seputar SDK Indriyasana Sukun, Malang. Untuk melihat keseruan kita di sekolah tersebut, berikut kami lampirkan foto-foto kami di SDK Indriyasana Sukun, Malang :

Barisan Siswa-siswi Peserta Upacara Hari Sumpah Pemuda

Panitia dari Ma Chung Bersama Komunitas
Panitia Bersama Salah Satu Pengajar dan Salah Satu Siswa Disabilitas

Penyerahan Hadiah Panitia Universitas Ma Chung kepada Siswa-siswi Pemenang Lomba

Penyerahan Plakat dari Mahasiswa Universitas Ma Chung kepada pihak sekolah dingan perwakilan Kepala Sekolah SDK Indriyasana Sukun

Penyerahan Hadiah kepada Siswa-siswi Pemenang Lomba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Demokrasi

  Demokrasi di Indonesia yang Diterapkan di SDK Indriyasana Sukun oleh : Arum Ardanareswari (611610002) Dimas Ade Setyawan (611610005...