Malang,
5 Oktober 2017.
Inilah kisah kami saat berkomunitas dengan
PKK Karang Widoro...
Desa Karangwidoro terletak di dataran tinggi wilayah
Kabupaten Malang. Suhu dari wilayah ini cukup dingin jika dibandingkan dengan
kota Malang karena letaknya yang berada di pegunungan. Mata pencaharian
penduduk di desa ini antara lain berdagang (membuka toko, depot, dan bengkel),
ibu rumah tangga, dan juga bertani. Kebanyakan penduduk di desa ini bisa
dikategorikan menengah mengingat keadaan desa tersebut sudah ramai dengan
penduduk dan masyarakat yang lalu lalang melewati jalanan rumah. Desa
Karangwidoro juga termasuk dalam wilayah yang jalannya sering digunakan untuk
jalan alternatif menuju kota Batu.
Pembinaan Kesejahteraan Keluarga yang biasa disingkat
menjadi PKK merupakan suatu kegiatan organisasi kemasyarakatan yang
beranggotakan wanita yang bertujuan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan
Indonesia. PKK sendiri memiliki 10 program pokok antara lain : (1) Penghayatan
dan Pengamalan Pancasila; (2) Gotong Royong; (3) Pangan; (4) Sandang; (5)
Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga; (6) Pendidikan dan Ketrampilan; (7)
Kesehatan; (8) Pengembangan Kehidupan Berkoperasi; (9) Kelestarian Lingkungan
Hidup; (10) Perencanaan Sehat. Organisasi PKK yang rencananya akan menjadi
mitra kerja untuk pengembangan kegiatan tersebut adalah PKK yang berada di Desa
Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. PKK ini beranggotakan sekitar 80
ibu rumah tangga dengan memiliki tugas dalam beberapa program kerja (POKJA). Komunitas PKK Karang Widoro ini didirikan pada tahun
2011 dengan beranggotakan sekitar 20 orang pada periode pertama. PKK Karang
Widoro ini dibentuk dengan tujuan untuk menampung bakat dan minat dari ibu
rumah tangga yang ada di lingkungan Desa Karang Widoro. Dengan adanya PKK ini,
harapannya bahwa ibu-ibu memiliki insiprasi untuk berkreatifitas dalam berbagai
bidang khususnya untuk keluarga. Kegiatan mingguan dalam komunitas ini
adalah arisan simpan pinjam. Kegiatan pengisian dari institusi lain misalnya
penyuluhan masak dan membuat kerajinan tangan. Untuk POKJA 1 dilakukan
pengajian, tibaan, pembungkusan jenazah, penyuluhan tentang Kadakum (Keluarga Sadar
Hukum) seperti penyuluhan tentang narkoba dan pernikahan dini. Keterampilan
didatangkan narasumber untuk memberikan ilmu kepada ibu-ibu PKK. Program ini
dilakukan oleh POKJA II. POKJA III dan POKJA IV tidak terlalu aktif dikarenakan
kesibukan dari masing-masing individu dalam mengatur jadwal pertemuan. POKJA
III termasuk makan dan gizi sedangkan POKJA IV termasuk senam dan gerak jalan.
Berkegiatan di PKK Karang Widoro begitu menyenangkan, begini sedikit pendapat dan refleksi secara individu dari teman-teman kami yang berkegiatan di komunitas ini:
Fibe
Yulinda Cesa, 21 tahun, Mahasiswi Farmasi
Saya senang sekali berkomunitas di
PKK Karang widoro ini. Selain bisa belajar banyak, teman-teman juga bisa
belajar untuk mengamati dan berkembang di sini. Karena di komunitas ini
mayoritas adalah ibu-ibu dan memang semuanya merupakan ibu rumah tangga,
tentunya sangat berhubungan dengan saya, yang juga bagian dari kaum wanita. Di
masa depan nanti saya juga bisa belajar untuk mengembangkan ketrampilan dan
ikut aktif dalam sebuah komunitas di tempat tinggal nantinya. Berkomunitas
merupakan hal yang penting untuk dilakukan, mengingat kita tidak hanya hidup
sendiri dalam berkeluarga, tetapi juga harus berinteraksi dengan tetangga
bahkan juga orang lain di luar lingkungan. Dari PKK ini saya belajar banyak,
mulai dari bermusyawarah, mengemukakan pendapat, serta berinteraksi dengan
orang-orang baru yang berbeda usia serta pekerjaan dengan saya. Saya jadi bisa
belajar untuk menghargai sesama, lebih menghormati, belajar untuk menyampaikan
pendapat kepada orang yang belum kita kenal sebelumnya dan belajar untuk selalu
berpikiran positif. Saya rasa dengan adanya kegiatan ini membuat kita lebih
baik lagi dari sebelumnya sehingga bisa berkembang untuk hal-hal baik ke
depannya. Saya berharap PKK Karang widoro bisa terus maju dan berkembang serta
dapat ikut berpartisipasi dalam pengembangan sumber daya manusia khususnya ibu
rumah tangga di Desa Karangwidoro.
Charina Halim Sugiono, 20 tahun, Mahasiswi Farmasi
Kegiatan berkomunitas yang berorientasi dengan nilai nilai pancasila sangat bermanfaat bagi mahasiswa mahasiswi universitas machung. Ada banyak hal yang kami dapatkan dari kegiatan berkomunitas dan pembekalan ilmu pancasila. Tentunya di proses perkuliahan, kami diarahkan untuk mendalami nilai nilai pancasila, serta mengamalkannya di kehidupan sehari hari hingga dibawa dan diaplikasikan di kegiatan berkomunitas. Saat masuk dan mulai berkegiatan komunitas saya dan kelompok merasa beruntung karena mendapatkan komunitas yang sangat terbuka.
Banyak hal yang saya dan teman teman dapatkan. Berawal dari belajar bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, mengetahui etika masyarakat setempat. Lalu belajar bagaimana kita merendahkan diri untuk masuk dan berproses dengan mereka. Kami juga belajar sikap kekeluargaan yang masyarakat miliki, tidak pandang usia, tidak pandang status kedudukan, mereka semua membaur menjadi satu. Belajar bagaimana memberikan waktu untuk bergabung bersama sama di komunitas meski sebagai ibu rumah tangga banyak hal yang harus dikerjakan juga. Belajar mengenai sikap toleransi, meski ada yang berbeda keyakinan.
Chelsy Aprilliatri, 21 tahun, Mahasiswi Farmasi
Chelsy Aprilliatri, 21 tahun, Mahasiswi Farmasi
Pada
mata kuliah Pancasila kelompok kami berkumpul pada komunitas ibu-ibu PKK yang
terletak di Desa Karangwidoro Kec.Dau Kab.Malang. Disana saya dan kelompok saya
belajar banyak hal tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai pancasila dari sila
pertama sampai sila ke lima. Kami mendapatkan banyak pengetahuan dan sharing
tentang ilmu yang kami dapat di perkuliahan dengan yang terjadi sebenarnya di
komunitas ibu-ibu PKK ini. Ibu-ibu terlihat merasa senang dengan kunjungan kami
dan berbicara banyak tentang apa saja yang dilakukan di komunitas ini. Diharapkan
kedepannya kami bisa belajar lebih banyak lagi
tentang bagaimana bersosialisasi atas dasar nilai-nilai pancasila dan
bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kunjungan ini juga bertujuan sebagai
pembelajaran untuk ibu-ibu PKK maupun dari kami mahasiswa Universitas Ma Chung.
Erizcha Debora Embang, 21 tahun, Mahasiswi Farmasi
Selama
saya dan teman-teman berkomunitas di PKK Karang Widoro, banyak hal yang kami
dapat. Dalam komunitas ini banyak mengajarkan hal-hal kecil yang selama ini
kita anggap hal yang biasa saja. Seperti misalnya dalam komunitas ini
mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi dan menyampaikan pendapat dengan baik.
Walaupun dalam komunitas ini terdiri dari berbagai usia, tetapi mereka tidak
canggung untuk saling mengemukakan pendapatnya. Dalam hal ini mereka juga
saling menghargai pendapat dari dalam anggota komunitas dengan tidak
mementingkan kepentingan sediri tetapi memikirkan kepentingan umum. Hal ini
sering kali atau bahkan dalam penerapannya didunia nyata masih sulit dilakukan.
Kebanyakan orang lebih memikirkan dirinya sendiri, tidak mau mengalah bahkan tetap
mempertahankan pendapatnya. Kami sangat senang sekali berkomunitas ditempat ini
didukung dengan ibu-ibu PKK dan warga sekitar yang sangat ramah sekali setiap
kami mengadakan kunjungan. Dengan tidak sungkan selama kami berkomunitas, kami
saling bercerita dan berbagi pengalaman sehingga banyak hal yang kami
ketahui.
Meskipun
kegiatan ini rata-rata terdiri dari kaum wanita, tetapi para kaum pria pun
kadang ikut berpartisipasi dan mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang ibu-ibu
PKK ini lakukan. Mereka juga dengan sangat antusias mengajak istri mereka untuk
bergabung dengan komunitas ini. Karena dengan komunitas ini dapat mempererat
tali silahturahmi antar lingkungan setempat. Setiap kegiatan-kegiatan yang
mereka lakukan pun tidak selalu yang berkaitan dengan kaum wanita saja, tetapi
ada juga kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekitar. Selama ini mungkin
beberapa dari kita berpikiran bahwa kegiatan yang mereka lakukan hanya meliputi
seperti kegiatan yang biasanya dilakukan sehari-hari. Ternyata komunitas ini
juga sering mengadakan acara seperti misalnya workshop yang terbuka secara umum. Dan biasanya kegiatan ini
dilakukan oleh komunitas-komunitas lain yang menjalin kerja sama dengan
komunitas ibu-ibu PKK Karang Widoro. Dari hal ini kita juga dapat belajar untuk
mau terbuka dengan komunitas-komunitas lain untuk kemajuan dan pembelajaran
bagi anggota komunitas agar komunitas mereka tidak hanya diseputar lingkungan
komunitas saja, tetapi alangkah lebih baik dapat juga belajar dan saling
bertukar pengalam dengan komunitas lain.
Dokumentasi
Sumber gambar :
1. Dokumentasi pribadi
2.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLdwQmOG_TELZ29zv6F-MCClbhimY80HK2eHNWMWMefaUtC8Z7npPCw_xVTAB2xq8Q6mg2aIQjiyYMYKSrYpJdd5RAiMNk4TAMdPeH8tmfyTovhmyWUbLMdriG9tp-NZGQzSTt5kIpRLA/s1600/gambar+gunung+kartun.jpg
1. Dokumentasi pribadi
2.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLdwQmOG_TELZ29zv6F-MCClbhimY80HK2eHNWMWMefaUtC8Z7npPCw_xVTAB2xq8Q6mg2aIQjiyYMYKSrYpJdd5RAiMNk4TAMdPeH8tmfyTovhmyWUbLMdriG9tp-NZGQzSTt5kIpRLA/s1600/gambar+gunung+kartun.jpg







Tidak ada komentar:
Posting Komentar