Rabu, 20 Desember 2017

Refleksi dari Kunjungan ke TK Dharma Wanita II Karangbesuki, Kota Malang

Andreas Lucky/Bejo (21th)
Pertama kali mendapat komunitas PAUD ini di dalam benak saya adalah para murid TK yang diberi ajaran oleh para guru mengenai mengeja, membaca, menulis, hal yang umum yang dilakukan di TK manapun. Namun hal itu ternyata kurang tepat dimana saat saya dan kelompok mulai berkunjung kesana di tiap bulannya. Banyak hal yang mereka pelajari baik dari kesadaran memelihara lingkungan, kebersihan, kedisiplinan, kreativitas, dan kegiatan lain tidak hanya melulu mengenai baca, tulis, eja. Kepolosan adalah hal utama yang ada pada murid-murid di TK Dharma Wanita II Karangbesuki, mereka tidak malu untuk menyapa, mau berbagi dengan sesama temannya, tidak ada pikiran buruk kepada temannya sekalipun sometimes mereka bertengkar memperebutkan suatu hal, kompak, tidak membedakan satu sama lain. Mereka juga taat menjalankan ibadah, yang Muslim diajarkan mengaji, yang Nasrani, Hindu, Budha diajarkan sesuai agamanya. Dari hal tersebut saya belajar bahwa sifat dasar yang ada pada anak-anak ada baiknya diterapkan di umur yang lebih dewasa seperti mau berbagi, tidak mendendam, tidak malu untuk menyapa, riang gembira, tidak tertekan, dan masih banyak lagi. 

Tidak hanya itu, melihat dari cara guru TK mengajar pun membuat saya terkesan. Sangat dibutuhkan kesabaran tingkat dewa untuk memberi ilmu dan pengetahuan kepada para murid ini. Ada yang bermain sendiri, menggambar, menulis, membaca, seperti punya dunia sendiri tapi para guru mampu menyatukan mereka untuk memperhatikan pelajaran yang diberikan secara ringkas dan jelas kepada para murid. Untuk kedepannya saya berharap kerjasama dengan TK Dharma Wanita II Kota Malang ini tetap berjalan dengan digagasnya ide ide baru untuk mengembangkan kesadaran di bidang kesehatan karena background kami adalah mahasiswa farmasi.


Giovanni Christy (21th)
Dalam pelajaran Kewarganegaran, semua mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan kegiatan profiling pada sebuah komunitas yang disediakan dari pihak kampus. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk memilih satu komunitas dan melakukan pengamatan. Dalam pengamatan, setiap kelompok diharapkan langsung terjun ke lapangan dan menggali informasi yang dibutuhkan melalui wawancara pada anggota komunitas. Pada pemilihan komunitas, kelompok saya memilih komunitas TK Dharma Wanita II, Karangbesuki, Malang.

Setiap harinya murid-murid mengikuti jadwal makanan yang telah disediakan yaitu 4 sehat 5 sempurna untuk mengajak murid-murid makan makanan yang bergizi. Adapula kegiatan yang akan diadakan seperti contoh kegiatan dengan puncak kebun binatang mini. semua murid membawa hewan peliharaan kesayangan mereka untuk dipelihara disekolah selama semalam. Dengan kegiatan ini, murid-murid diajarkan untuk menghari makhluk hidup lainnya.

Selama melakukan pengamatan dalam komunitas tersebut banyak hal yang saya pelajari. Salah satunya, saya lebih mengenal bagaimana institusi pendidikan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan sekolah. Bagaimana mengajarkan nilai-nilai pancasila sejak dini kepada anak-anak. saya juga lebih bisa menghormati dan menghargai adanya perbedaan. Belajar bagaiamana kedisiplinan yang dibentuk sejak dini sangat bermanfaat. 


Pingkan Ayusa (22th)
Dari kunjungan yang sudah saya lakukan ke TK Dharma Wanita II Karangbesuki, banyak sekali informasi serta pembelajaran yang saya dapat. Informasi tersebut berkaitan dengan sistem belajar yang telah diterapkan oleh TK serta bagaimana siswa-siswa berinteraksi. Pembelajaran yang bisa saya dapat adalah bahwa pembelajaran nilai-nilai pancasila sangatlah berpengaruh besar terhadap perilaku anak terutama pada anak-anak seusia dini. Di TK sendiri mengajarkan banyak sekali nilai pancasila tidak hanya teori melainkan praktiknya juga, hal ini membuat siswa-siswa dapat langsung menerapkannya dalam kehidupan mereka secara nyata. Dari semua kegiatan yang guru ajarkan benar-benar mendasar dan sederhana tetapi memiliki arti yang mendalam.


Sandra Dewi (21th)
Dengan mengunjungi TK Dharma Wanita II Karangbesuki membuat saya belajar untuk menghormati perbedaan. Di sekolah ini para guru dan siswa memiliki agama yang berbeda – beda, namun mereka tetap rukun dan saling menghargai satu sama lain. Selain itu, sekolah juga menghargai penduduk setempat. Mereka mengikuti acara tidak hanya internal dari sekolah saja, namun juga ikut serta dalam kegiatan warga sekitar. Beberapa kegiatan yang dilakukan di sekolah dapat membentuk karakter siswa untuk menjadi pribadi yang baik. Kegiatan seperti Puncak Tema dapat mengajarkan siswa untuk lebih mengenal dan menghargai makhluk hidup lain. Siswa juga diajarkan untuk hidup sehat dengan menu makanan yang dibuat sendiri oleh guru dan wali murid. Dari kunjungan di sekolah ini saya merasa bahwa pendidikan karakter sejak dini sangatlah penting.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Demokrasi

  Demokrasi di Indonesia yang Diterapkan di SDK Indriyasana Sukun oleh : Arum Ardanareswari (611610002) Dimas Ade Setyawan (611610005...