MAKALAH
KEWARGANEGARAAN
Peran Mahasiswa dalam Masyarakat :
Penyuluhan
Cara Efektif untuk Mengatasi Pegal Linu di PKK Karang Widoro
Oleh:
Charina Halim 611410003
Chelsy
Aprilliatri 611410004
Erizcha Debora 611410006
Fibe Yulinda 611410007
---------------------------------------------------------------------------------
Bab
I
Pendahuluan
Mahasiswa sebagai
makhluk yang terpelajar memiliki peranan penting baik di lingkungan kampus
maupun masyarakat. Mereka diharapkan mampu menyumbangkan atau menyalurkan ilmu
pengetahuan dan wawasan yang telah didapat selama perkuliahan kepada masyarakat
di lingkungan sekitar. Masyarakat sendiri telah berparadigma bahwa mahasiswa
adalah cerminan masyarakat di masa depan yang memiliki nilai kependidikan yang
lebih dan berpengatahuan luas. Jika mahasiswa dan masyarakat bisa saling
bertoleransi dan bekerja sama, maka akan terbentuk kehidupan masyarakat yang
lebih terjamin mutu pengetahuannya dan dapat bersama-sama tumbuh dan berkembang
dalam harmoni. Begitu besar peran yang harus diemban oleh mahasiswa demi
mewujudkan perubahan bangsa untuk menjadi yang lebih baik. Ide dan inovasi
cerdas seorang mahasiswa sebagai hasil dari pemikiran yang kritis mampu
mengubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok masyarakat dan
menjadikan lebih terarah sesuai kepentingan bersama. Sikap kritis mahasiswa
seringkali menghasilkan sebuah perubahan besar dan berarti.
Sesuai
dengan tema dari judul yang kami angkat, yaitu ”Penyuluhan Cara Efektif untuk
Mengatasi Pegal Linu di PKK Karang
Widoro”. Penyuluhan ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK Desa Karangwidoro yang
dapat memberikan manfaat pengetahuan pentingnya kesehatan bagi masyarakat
setempat. Desa Karangwidoro terletak di Kecamatan Dau berada di wilayah dataran
tinggi Kabupaten Malang. Suhu dari wilayah ini cukup dingin jika dibandingan
dengan kota Malang karena berada di pegunungan. Mata pencahariaan penduduk di
desa ini antara lain berdagang (membuka toko, depot dan bengkel), ibu rumah
tangga, dan juga bertani. Namun hingga saat ini PKK ini telah memiliki anggota
lebih dari 80 ibu rumah tangga yang memiliki tugas dalam beberapa program
kerja. Tujuan dari diadakan penyuluhan mengatasi pegal linu ini diharapkan dapat
membantu memberikan informasi tidak hanya kepada ibu-ibu PKK saja, namun bisa
di luar organisasi PKK Karangwidoro.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Bab
II
Review
dan Kajian Pustaka
Masyarakat adalah sekelompok
orang yang berkumpul, bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan
saling mempengaruhi (Syani, 2007). Masyarakat
memiliki unsur-unsur antara lain relasi individu, sistem, dan tujuan bersama.
Relasi individu merupakan pengertian dari definisi bahwa manusia sebagai makhluk
sosial yang membutuhkan satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan
unsur yang lain antara lain adalah sistem sosial. Sistem sosial sendiri
merupakan satu kesatuan fungsi dan unsur-unsur yang ada dalam suatu proses
hidup bermasyarakat. Dalam masyarakat sendiri tentunya terdapat suatu tujuan
bersama yaitu dengan artian untuk mencapai suatu kesejahteraan, keadilan,
kedamaian, dan tujuan bersama lainnya guna untuk mendapatkan kehidupan yang
harmonis. Sistem seperti yang telah dijelaskan sebelumnya memiliki beberapa
unsur lainnya, antara lain : struktur sosial, budaya, ekonomi, agama, dan
teknologi. Segala unsur ini akan membentuk suatu individu dalam hidup
bermasyarakat untuk mendapatkan tujuan bersama.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2018), definisi mahasiswa adalah orang yang belajar
di perguruan tinggi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi
dapat disebut sebagai mahasiswa setelah selesai pendidikan di bangku sekolah
(Takwin, 2008). Sebagai seseorang yang berperan (dalam hal ini akan
disebut dengan mahasiswa) dan akan terjun ke masyarakat tentunya dibutuhkan
suatu metode pendekatan. Dalam segi fungsinya sendiri, mahasiswa sebagai
individu yang memiliki 2 (dua) peran sekaligus yaitu statusnya sebagai individu
dengan menjadi anggota masyarakat sekaligus statusnya sebagai masyarakat kampus
sebagai subyek perubahan. Kehadiran mahasiswa dalam masyarakat sendiri
diharapkan bukan sebagai penolong melainkan sebagai seseorang yang berkarakter
yang dididik dalam sikap belajarnya sehingga bisa mengamalkan ilmu yang didapatkan
sebagai cara untuk menye Hal ini diperlukan untuk mengetahui sejarah dan
permasalahan apa saja yang bisa ditentukan dan dapat menjadi acuan dalam
menyelesaikan permasalahan tersebut. Teknik pendekatan tersebut dikenal dengan
proses analisis sosial. Analisis sosial sendiri memiliki 3 (tiga) bagian utama
yaitu analisis geografis, analisis historis dan analisis struktural.
Analisa
Geografis
|
Analisis
Historis
|
Analisis
Struktural
|
|
Transek
|
Gambaran/Data:
-Geografis
-Masalah
|
Pemecahan
Masalah
|
|
FGD
|
|||
Interview/Wawancara
|
Untuk
metode pelaksanaan analisis sosial sendiri bisa dilakukan salah satunya 3
(tiga) cara yakni:
1.
Transek : Transek
adalah peta suatu wilayah secara horizontal, gambar irisan bumi untuk mengenali
dan mengamati lingkungan yang dibuat bersama masyarakat setempat yang lebih
paham akan keadaan wilayahnya.
2.
FGD (forum group discussion): merupakan diskusi
terfokus dari suatu kelompok bertujuan untuk membahas suatu masalah tertentu
dengan jumlah pesertanya bervariasi antara 8-12 orang, dilaksanakan dengan
panduan seorang moderator.
3.
Interview/wawancara:
merupakan cara suatu bentuk komunikasi verbal, jadi semacam percakapan, yang
bertujuan memperoleh informasi.
Dengan adanya proses tersebut, maka akan
didapatkan gambaran/data berupa data geografis, potensi, dan masalah. Dengan
demikian dapat dilakukan analisis sehingga bisa dilakukan suatu pemecahan
masalah.
Bab
III
Analisis
Kritis
Pada mata kuliah
kewarganegaraan ini, kelompok kami diberi kesempatan untuk berkomunitas di PKK
Karangwidoro. Komunitas yang berdiri sejak tahun 2011 ini memiliki beberapa
kegiatan yang sangat bermanfaat seperti arisan, membuat kerajinan dan banyak
lagi kegiatan lainnya. Komunitas yang beranggotakan kurang lebih 87 orang dan
sebagian besar terdiri dari kaum wanita ini juga memiliki struktur komunitas sendiri,
tidak heran juga jika dalam komunitas ini dijumpai anak-anak remaja dan ibu
rumah tangga yang berumur kisaran 20 tahun. Tidak sedikit juga dijumpai
pasangan yang nikah diusia muda.
Dalam komunitas PKK Karangwidoro ini
terbagi atas empat program kerja yang berisikan kegiatan-kegiatan rutin
komunitas, dimana tiap-tiap pokja memiliki topik kegiatan yang beragam dan
untuk pembagian-pembagian tugas dalam menjalankan program kerja ini juga
dilakukan oleh anggota komunitas. Empat program kerja tersebut adalah :
1. Program
kerja 1 adalah mengenai kegiatan keagamaan seperti pegajian, kadarkum (keluarga
sadar hukum), pembungkusan jenazah, tahlilan dan beberapa kegiatan keagamaan
lainnya.
2. Program
kerja 2 mengenai kegiatan keterampilan misalnya seperti membuat tas dari
kain-kain bekas, membuat kerajinan dari botol-botol plastik yang memiliki nilai
jual dan berdaya guna.
3. Program
kerja 3 adalah mengenai kegiatan yang berhubungan dengan makanan dan gizi,
misalnya seperti membuat es cendol bersama anggota oleh komunitas dan tidak
jarang juga mahasiswa atau komunitas lain ikut bergabung dalam kegiatan
komunitas ini.
4. Program
kerja 4 adalah mengenai kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti
senam dan gerak jalan.
Sebagai mahasiswa terlebih Farmasi,
kami ingin berperan lebih dalam hal penyuluhan mengenai kesehatan. Kami ingin bergabung dalam program kerja 3 di PKK Karang Widoro
ini yakni dengan tema “Penyuluhan Cara Efektif untuk Mengatasi Pegal Linu di
PKK Karang Widoro”. Pegal linu merupakan penyakit yang biasa diderita oleh
khalayak umum. Pegal linu sendiri sebenarnya merupakan manifestasi dari
kegiatan-kegiatan keseharian yang menguras tenaga, baik itu pikiran atau
kegiatan fisik yang berat. Bagi sebagian orang, pegal-pegal dan linu ini kerap
kali hadir sebagai keluhan yang berujung pada keputusan dan keinginan untuk
melakukan relaksasi seperti pijat dan tidur cukup. Tak jarang juga beberapa
masyarakat yang hobi untuk meminum jamu atau obat guna meredakan pegal linu
yang dirasakan. Harapannya, pegal linu tersebut akan hilang. Akan tetapi, kerap
kali setelah melakukan hal-hal untuk mengatasi keluhan rasa pegal tersebut akan
kembali lagi seiring dengan aktifitas yang dilakukan. Bisa dibilang, pegal linu
ini adalah siklus yang akan dihadapi oleh sebagian masyarakat jika tidak
ditangani dengan baik dan efektif dan akan selalu berulang.
Sebenarnya ada beberapa hal yang
perlu diketahui terlebih dahulu seperti intensitas pekerjaan (ringan atau
beratnya pekerjaan tersebut), usia, latar belakang penyakit, gaya hidup,
kebiasaan pola makan, dan juga pemilihan menu makanan keseharian bisa menjadi
penyebab terjadinya pegal-pegal atau nyeri otot ini. Untuk itu, masyarakat
perlu untuk mengetahui lebih dalam dengan penyuluhan mengatasi pegal linu yang
tepat. Mungkin dalam penyuguhan ide dengan konsep pegal linu ini terdengar
sederhana, namun bila seseorang selalu berada dalam kesehatan prima, maka
kemampuan kinerja akan semakin meningkat, apalagi sasaran untuk pelaksanaan
kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga, dimana kunci keharmonisan sebuah
keluarga salah satunya adalah ibu yang bahagia.
Dalam pelaksanaan pendekatan sosial
sendiri kami intens melakukan wawancara kepada pendiri PKK Karangwidoro pada
setiap pertemuan yang kami lakukan sehingga metode analisis sosial yang kami gunakan
adalah dengan interview atau wawancara. Pemilihan metode wawancara ini
dikarenakan untuk kegiatan PKK sendiri dilakukan secara aktif oleh peserta dan
ibu-ibu sedangkan kami hanya sebagai pengamat yang pasif. Dari wawancara
tersebut kami mendapatkan banyak informasi baik mengenai sejarah dan juga
segala kegiatan yang berkenaan dengan PKK Karangwidoro. Hasil dari analisis
kami mengenai letak geografis didapatkan dari wawancara dan juga dengan melihat
kondisi sekitar di PKK Karangwidoro. Desa Karangwidoro terletak di dataran
tinggi wilayah Kabupaten Malang. Suhu dari wilayah ini cukup dingin jika
dibandingkan dengan kota Malang karena letaknya yang berada di pegunungan. Mata
pencaharian penduduk di desa ini antara lain berdagang (membuka toko, depot,
dan bengkel), ibu rumah tangga, dan juga bertani. Kebanyakan penduduk di desa
ini bisa dikategorikan menengah mengingat keadaan desa tersebut sudah ramai dengan
penduduk dan masyarakat yang lalu lalang melewati jalanan rumah. Desa
Karangwidoro juga termasuk dalam wilayah yang jalannya sering digunakan untuk
jalan alternatif menuju kota Batu.
Alasan dilakukannya penyuluhan
mengenai pegal linu ini karena selain permasalahan tersebut rata-rata diderita
oleh kebanyakan warga, kami juga ingin membagikan ilmu yang telah kami dapat
dalam swamedikasi mengenai penatalaksanaan pegal linu. Hal-hal lain akan kami
kombinasikan sesuai dengan keadaan PKK serta dengan cara yang menyenangkan.
Kami berharap, peran kami sebagai mahasiswa tidak hanya sebagai penambah
semangat dan pengetahuan dalam pokja 3 di PKK Karangwidoro, namun juga
bermanfaat untuk masyarakat sekitar agar menciptakan tujuan kemasyarakatan yang
harmonis serta ibu yang berbahagia.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bab
IV
Refleksi
Seperti yang kita ketahui bahwa peranan mahasiswa di
masyarakat belakangan ini masih kurang. Beberapa mahasiswa hanya fokus pada
pengetahuan dan kegiatan sekitar kampus saja. Sebenarnya mahasiswa memiliki
peranan penting baik di areal kampus maupun di lingkungan masyarakat
sekitarnya. Sebagai mahasiswa diharapkan mampu untuk menyumbangkan atau berbagi
pengetahuan yang sudah didapat kepada masyarakat di lingkungan luar kampus atau
di sekitarnya. Karena beberapa masyarakat memiliki paradigma bahwa mahasiswa
merupakan cerminan masyarakat di masa depan yang memiliki nilai pendidikan dan
pengetahuan yang luas. Apabila masyarakat dan mahasiswa dapat saling bekerja
sama dan bertoleransi, maka dapat terbentuk kehidupan masyarakat yang lebih
berkembang, harmoni dan mutu pengetahuan yang terjamin.
Sebagai seseorang (mahasiswa) yang berperan dan terjun langsung ke masyarakat dibutuhkan suatu metode pendekatan.
Dalam segi fungsinya sendiri, mahasiswa sebagai individu yang memiliki dua
peran sekaligus yaitu statusnya sebagai individu dengan menjadi anggota
masyarakat sekaligus statusnya sebagai masyarakat kampus sebagai subyek
perubahan. Kehadiran mahasiswa dalam masyarakat sendiri diharapkan bukan
sebagai penolong melainkan sebagai seseorang yang berkarakter yang dididik dalam
sikap belajarnya sehingga dapat mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.
Dalam hal ini,
sebagai suatu perwujudan dalam peranan mahasiswa dalam masyarakat (sosial),
kami ingin melakukan suatu penyuluhan mengenai cara efektif untuk mengatasi pegal
linu di PKK Karang Widoro. Dengan beberapa hal yang melatarbelakangi topik ini
yaitu seperti intensitas pekerjaan, usia, latar belakang penyakit,
gaya hidup, kebiasaan pola makan, dan juga pemilihan menu makanan keseharian
yang bisa menjadi penyebab terjadinya pegal-pegal atau nyeri otot ini Didukung juga
dengan adanya pokja 3 yang membahas mengenai kegiatan kesehatan di PKK Karang
Widoro, kami ingin terjun dan berperan secara langsung untuk meningkatkan dan
mengembangkan pokja ini. Pada kegiatan ini kami akan membagikan ilmu yang telah
kami dapatkan selama perkuliahan di Farmasi mengenai pegal linu. Penyuluhan
mengenai pegal linu ini karena selain permasalahan yang rata-rata diderita oleh
kebanyakan warga yang sebagian besar
bermata pencaharian kebanyakan bertani dan berdagang, juga daerah dimana tempat mereka tinggal adalah
pegunungan maka kami ingin membagikan ilmu yang telah
kami dapat yaitu seperti swamedikasi
mengenai penatalaksanaan pegal linu.
Dengan metode wawancara atau interview
yang akan kami gunakan diharapkan dapat membantu dalam memecahkan permasalahan
dalam komunitas di PKK Karang Widoro mengenai pegal linu. Tidak hanya sekedar
dapat membantu memecahkan permasalahannya saja, tetapi secara tidak langsung
kami juga dapat membangun solidaritas yang baik antar mahasiswa dengan
komunitas.
------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
Bab
V
Kesimpulan
Dengan
diadakannya kegiatan kemasyarakatan, yakni salah satunya adalah melakukan suatu
penyuluhan mengenai
cara efektif untuk mengatasi pegal linu di PKK Karang Widoro, maka paradigma
masyarakat tentang mahasiswa sebagai cerminan masyarakat di masa depan yang memiliki nilai pendidikan dan
pengetahuan yang luas telah mulai
tercapai. Tidak hanya itu saja, jika dilihat dari sisi mahasiwa, dengan
kegiatan ini mahasiwa akan lebih sadar akan perannya kelak menjadi agent of change atau pembawa perubahan di sekitarnya. Hal ini
ditunjang dari segi fungsi mahasiswa di
masyarakat, mahasiswa sebagai individu yang memiliki dua peran sekaligus yaitu
statusnya sebagai individu dengan menjadi anggota masyarakat sekaligus
statusnya sebagai masyarakat kampus yang merupakan subyek perubahan. Dari kegiatan yang cukup sederhana, yakni memberi penyuluhan mengenai cara efektif untuk mengatasi pegal
linu, mahasiwa berharap agar setidaknya masyarakat terbekali untuk dapat
melakukan swamedikasi bagi diri sendiri dan orang disekitarnya. Tidak hanya sekedar dapat membantu memecahkan
permasalahannya saja, tetapi secara tidak langsung mahasiwa juga dapat
membangun solidaritas yang baik antar mahasiswa dengan komunitas.
DAFTAR
PUSTAKA
Syani, A. 2007, Sosiologi
Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta , PT. Bumi Aksara.
Takwin, B. 2008, Menjadi mahasiswa,<online> www.landasanteori.com diakses pada
Maret 2018.
Kementrian Pendidikan dan Budaya. (2018)
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online https://kbbi.kemdikbud.go.id/
(online; diakses Maret 2018)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar