MAKALAH KEWARGANEGARAAN
Peran Mahasiswa dalam Permasalahan Sosial :
Penerapan Sikap Toleransi di SDK Indriyasana Sukun-Malang
Oleh:
Arum A. 611610002
Dimas Ade S. 611610005
Feliadewi Ruth 611610012
Nurul Azmi W. 611610016
Putty Noor A. 611610017
Sylma Dhini A. 611610020
-------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
Mahasiswa adalah generasi penerus
bangsa yang diyakini mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa, juga mampu
menyatukan serta menyampaikan pikiran dan hati nurani untuk memajukan bangsa.
Mahasiswa juga dianggap sebagai kaum intelektual atau kaum cendekiawan oleh
masyarakat. Gabungan antara kesadaran akan amanah dari rakyat untuk Indonesia
yang lebih baik dan kesempatan menjadi kaum intelektual yang bisa menjadi
kekuatan hebat untuk menjadikan Indonesia hebat. Selain itu mahasiswa adalah
aset yang sangat berharga. Harapan tinggi suatu bangsa terhadap mahasiswa
adalah menjadi generasi penerus yang memiliki loyalitas tinggi terhadap
kemajuan bangsa. terutama dalam dunia pendidikan.
Bukan zamannya lagi mahasiswa untuk
sekedar menjadi pelaku pasif atau menjadi penonton dari perubahan sosial yang
sedang dan akan terjadi tetapi mahasiswa harus mewarnai perubahan tersebut
dengan warna masyarakat yang akan dituju dari perubahan tersebut yaitu
masyarakat yang adil dan makmur. Mahasiswa harus menjadi agen pemberdayaan
setelah perubahan yang berperan dalam pembangunan fisik dan non fisik sebuah
bangsa yang kemudian ditunjang dengan fungsi mahasiswa selanjutnya yaitu
kontrol sosial, kontrol budaya, kontrol masyarakat, dan kontrol individu
sehingga menutup celah-celah adanya ketimpangan. Mahasiswa bukan sebagai
pengamat dalam peran ini, namun mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam
masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan bagian
masyarakat. Idealnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat, berlandaskan
dengan pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku
disekitarnya, dan pola berpikirnya.
Sebagai seorang terpelajar dan bagian masyarakat, maka mahasiswa memiliki peran yang kompleks dan menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga fungsi yaitu agent of change, social control and iron stock. Dengan fungsi tersebut, tentu saja bagaimana peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan perubahan bangsa. Ide dan pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama. Dan satu hal yang menjadi kebanggaan mahasiswa adalah semangat membara untuk melakukan sebuah perubahan. Mahasiswa sebagai calon pemimpin dan pembina pada masa depan ditantang untuk memperlihatkan kemampuan untuk memerankan peran itu.
BAB II
REVIEW DAN KAJIAN PUSTAKA
Pada pertemuan kelas besar mata kuliah Kewarganegaraan pada hari Rabu, 21 Februari 2018 dengan pembicara Bapak Iman Suwongso, kami membahas materi dengan judul “Peran Mahasiswa Menghadapi Permasalahan Sosial”. Proses sosial terjadi dikalangan kelompok individu yang disebut masyarakat. Pengertian dari masyarakat itu sendiri adalah suatu relasi individu (manusia) yang memiliki sistem serta tujuan bersama. Sistem sosial merupakan kesatuan fungsi dari unsur-unsur mencakup struktur sosial, budaya ekonomi, agama, dan teknologi. Struktur sosial yang merupakan suatu unsur dalam sistem sosial berarti perubahan peran masyarakat dalam suatu lingkup wilayah yang di atur dalam perundang-undangan atau peraturan tertulis. Sedangkan kebudayaan berarti tata cara hidup manusia dalam suatu masyarakat. Contoh unsur perekonomian dalam suatu lingkup wilayah yaitu UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) pada masyarakat pedesaan. Pada kelompok masyarakat Indonesia, terdapat pluralitas/keberagaman kepercayaan dalam beragama. Pada bidang teknologi dalam masyarakat, dapat dilihat dari penggunakan alat elektronik yang sering digunakan seperti handphone. Karena keberagaman jenis manusia tersebut, dilakukannya proses sosial agar mendapatkan tujuan bersama. Tujuan bersama yang dicapai mengarah pada kedamaian, kesejahteraan, keamanan, keadilan, dan sebagainya dalam masyarakat yang menjadikan suatu keseimbangan sosial dalam masyarakat. Namun, terdapat pula berbagai macam hambatan dan tantangan dalam proses sosial tersebut. Hambatan dan tantangan dapat menimbulkan suatu permasalahan sosial yang mengganggu kenyamanan masyarakat dalam berkehidupan. Di sinilah peran kami sebagai mahasiswa untuk turut menganalisis dan membatu untuk memecahkan permasalahan sosial yang ada disekitar kita.
Contoh permasalahan sosial yang sering muncul pada masyarakat yaitu yang pertama adalah faktor ekonomi. Faktor ini berkaitan dengan ketidakmampuan anggota masyrakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka sehingga mengakibatkan terjadinya kesenggangan sosial. Pemerintah yang menjadi satu-satunya harapan masyarakat telah gagal dalam menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup. Kemudian permasalahan sosial kedua yang sering terjadi adalah faktor budaya. Faktor budaya berhubungan erat dengan norma-norma atau nilai-nilai dalam masyarakat yang sering menimbulkan perbedaan yang membuat terpecah belahnya suatu kelompok masyarakat sehingga interaksi sosial menjadi tidak berjalan dengan baik. Kemudian permasalahan sosial di faktor psikologis yang berhubungan dengan pola pikir masyarakat terhadap suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.
Selanjutnya akan membahas permasalahan sosial lebih mendalam. Seperti yang sudah disebutkan diatas tadi bahwa terdapat permasalahan sosial di faktor ekonomi. Contoh permasalahannya yang sederhana yakni kemiskinan. Masalah kemiskinan merupakan masalah sosial yang sampai sekaranag masih belum dapat diselesaikan dengan baik, bahkan masih terus berlangsung ata bahkan semakin tahun semakin meningkat. Dalam konteks negara, kemiskinan bukan hanya terjadi di negara yang kurang berkembang tetapi juga terjadi di negara-negara maju. Kemiskinan merupakan keadaan dimana terjadi ketidaksanggupan atau ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Kemiskinan terjadi karena kurang tersedianya lapangan pekerjaan dan juga kurangnya pendidikan yang didapat oleh mereka.
Selain itu kurang berkembangnya pola pikir masyarakat juga menjadi faktor lain masih adanya masalah kemiskinan dalam masyrakat. Mereka yang dapat beradaptasi dengan perubahan sosial dengan baik dan dapat berpikir secara terbuka akan dengan mudah menghindari masalah kemiskinan ini. Kemudian masalah sosial yang menurut kami sangat meninjol adalah masalah pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan dan minimnya fasilitas atau kesempatan mendapatkan pendidikan merupakan salah satu faktor munculnya masalah sosial pendidikan dalam masyarakat. Banyak sekali anaka dibawah umur lebih memilih untuk membantu kedua orang tua mereka bekerja daripada mengenyam pendidikan. Hal ini yang menyebabkan rendahnya kualitas sumber daya manusia yang juga erat kaitannya dengan masalah pengganguran dan kesenjangan sosial.
BAB III
ANALISIS KRITIS
Mahasiswa sering di kaitkan dengan istilah “agen of change” dan “agen of control”. Kalimat ini dapat dikatakan sebagai amanah untuk setiap mahasiswa agar benar benar menjadi agen perubahan yang diharapkan oleh masyarakat. Masyarakat sebagai mahkluk sosial yang memiliki sistem sosial, dimana sistem sosial itu meliputi dari budaya, agama , ekonomi , dan teknologi yang nantinya semua itu akan memiliki potensi terjadinya suatu permasalahan.
SDK Indriyasana adalah salah satu sekolah yang mayoritas beragama Katolik. Di dalam sekolah pasti memiliki tujuan bersama yaitu menciptakan kesejahteraan, keadilan, dan kedamaian. Sebagai makhluk sosial atau sebagai masyarakat banyak hal-hal yang dapat menimbulkan permasalahan atau konflik di dalam lingkungan itu. Seperti adanya perbedaan ekonomi , budaya , agama dan banyak hal-hal yang dapat menimbulkan permasalahan dalam masyarakat maupun di dalam lingkungan sekolah. Sikap atau karakter dari setiap individu juga dapat berpotensi menimbulkan sebuah permasalahan.
Dalam di lingkungan sekolah banyak perbedaan yang dapat kita jumpai mulai dari agama,budaya,ras,pola pikir sampai ekonomi. Mungkin ini hanya beberapa permasalahan yang sering dijumpai dilingkungan sekolah maupun masyarakat dari banyaknya permasalahan yang ada. Sebagai mahasiswa hal-hal yang dapat dilakukan untuk menanggapi dan juga menyikapi permasalahan yang ada baik di dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat yaitu dengan cara analisis sosial. Analisis sosial merupakan suatu cara yang dapat di lakukan bagi mahasiswa apabila berkecimpung atau masuk dalam ranah sekolah. Analisis sosial ini lebih meluas, karena analisis sosial bukan saja hanya menganalisis satu bidang permasalahan saja tetapi semua bidang permasalahan. Karena dari satu bidang permasalahan yang timbul di dalam masyarakat maupun dalam lingkungan sekolah akan berkaitan dengan bidang permasalahan yang lain.
Kami telah menganalisa komunitas kami (SDK Indryasana Malang) sejak bulan Oktober 2017. Kami menganalisa komunitas kami dengan nilai-nilai yang terkandung di Pancasila, dasar negara bangsa Indonesia. Dari hasil Analisa sosial kami di SDK Indryasana, kami melihat bahwa SDK Indryasana telah menjalan kelima nilai Pancasila dengan baik. Murid-murid di SDK Indryasana tidak mengalami kesenjangan sosial akibat perbedaan agama.Walaupun tidak semua murid disana menganut agama Katolik, tetapi tidak ada murid yang merasakan perbedaan sosial akibat perbedaan agama. Bahkan di SDK Indryasana, murid-muridnya dapat menghormati agama lain.
Ketika kami menganalisa berdasarkan sila kedua Pancasila, disekolah tersebut juga tidak ada murid yang merasa dikucilkan atau diperlakukan tidak adil oleh guru, karyawan dan sesama murid di SDK Indryasana. Baik murid, karyawan dan guru yang memiliki perbedaan agama, suku, ras bahkan penyandang disabilitas tidak erasa direndahkan, dikucilkan ataupun merasa diperlakukan tidak adil oleh yang lainnya. Dan hal ini juga berkesinambungan dengan sila Pancasila yang ketiga yang berbunyi “Kesatuan Bangsa Indonesia”. Para guru, karyawan dan murid-murid di SDK Indryasana sangat mudah merealisasikan sila Pancasila ketiga.
Siswa-siswi di SDK Indryasana juga dapat melakukan musyarah mencapai mufakat ketika ada permasalahan di kelasnya. Seperti masalah lomba kelas, dikelas siswa-siswi dengan mudah berkumpul dan bermusyawarah dengan anggota kelasnya untuk mencapai mufakat. Kalaupun ada masalah saat musyarah ada masalah, seperti ada yang tidak setuju dengan pendapat satu dengan yang lain, siswa-siswi di SDK Indryasana menyelesaikan masalah tersebut dengan damai. Selama ini tidak ada, siswa-siswi yang bertengkar karena ada yang tidak setuju dengan pendapat satu dengan yang lain. Tidak ada siswa-siswi yang mengejek atau mengolok-olok teman sendiri karena tidak setuju dengan pendapat satu dengan yang lain.
Dari hasil analisa sosial yang kami lakukan kurang lebih enam bulan, terhadap SDK Indryasana dengan perfektif kelima nilai Pancasila kami menyimpulkan bahwa di SDK Indryasana tidak ada permasalahan sosial seperti tawuran, geng antar siswa, dan pergaulan bebas remaja.Namun, di SDK Indryasana ada permasalahan sosial terkait ekonomi, dan adanya siswa yang membolos pada saat jam pelajaran agama. Siswa-siswi yang bersekolah di SDK Indryasana rata-rata memiliki ekonomi menengah kebawah. Selain itu, di SDK Indyasana tidak ada fasilitas berupa lapangan sekolah dan aula. Selama ini, jika murid-murid ingin berolah raga dan melakukan upacara bendera, mereka meminjam garasi Bis Dana Dhasih yang terletak tidak jauh dari SDK Indryasana. Bahkan, sebelum menggunakan garasi bis murid-murid SDK Indryasana menggunakan tanah kuburan Kristen sukun untuk berolah raga dan melakukan upacara bendera.Sedangkan untuk aktivitas murid seperti pentas seni dan perayaan dilakukan di aula TK atau halaman kelas.
Kami melihat, bahwa hal inilah yang membuat SDK Indryasana setiap tahunnya mengalami penurunan penerimaan murid-murid baru. Hal ini bisa jadi karena tidak adanya fasilitas lapangan dan aula di SDK Indryasana. Selain itu, penurunan penerimaan murid-murid baru tidak hanya berasal faktor internal (tidak tersedianya fasilitas lapangan dan aula) tetapi juga karena banyaknya SD lain yang mulai dibuka disekitaran wilayah sukun. Selain permasalahan ekonomi yang mengakibatkan penurunan penerimaan murid-murid baru, SDK Indryasana juga mengalami masalah sosial seperti murid yang membolos saat pelajaran. Adanya murid yang membolos saat pelajaran berlangsung saat hari jumat siang. Dulu murid-murid yang beragama dengan muslim, diajak oleh Bapak Jun (guru agama di SDK Indryasana) untuk beribadah bersama ke masjid. Namun murid-murid banyak yang menyalahgunakan kesempatan tersebut untuk membolos dan pergi ke warung sekitar. Karena hal itu, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk tidak mengajak murid-murid ke masjid, namun tetap diperbolehkan untuk beribadah di sekolah.
Melihat hal ini, kami sebagai mahasiswa kami memiliki bebrapa solusi. Walaupun kami tidak dapat membantu untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang terjadi di SDK Indryasana, tetapi kami bisa membantu untuk memberikan semangat kepada murid-murid di SDK Indryasana sehingga dapat membantu branding sekolah tersebut dan tidak mengalami penurunan jumlah penerimaan siswa baru. Karena walaupun SDK Indryasana tidak memiliki fasilitas berupa lapangan dan aula, SDK Indryasana dapat memberikan fasilitas yang lain. Bahkan tidak semua sekolah dasar memiliki fasilitas ‘khusus’ yang diberikan SDK Indryasana. Fasilitas itu adalah Pendidikan karakter dan penumbuhan rasa percaya diri setiap murid-muridnya untuk unjuk gigi bahwa sekolah yang tidak memiliki fasilitas lapangan, dan aula tetapi hal itu tidak menghalangi para muridnya untuk tetap percaya diri unjuk kemampuan dan prestasi.
Kami sebagai mahasiswa memang tidak dapat menyelesaikan masalah ekonomi yang dialami sekolah tersebut karena dari segi biaya dan tempat kami tidak memiliki biaya dan daya. Karena meskipun SDK Indryasana memiliki biaya untuk membeli lahan baru untuk aula dan lapangan, di daerah sukun tidak ada lahan yang tersedia yang dapat dibeli oleh pihak sekolah. Kami sebagai mahasiswa bisa memberi penyadaran kepada masyarakat sekitar dan murid-murid SDK Indryasana bahwa SDK Indryasana memiliki potensi yang tidak kalah dari sekolah-sekolah lain. Kami juga dapat menghubungkan pihak sekolah dengan pihak komunitas seperti komunitas tari untuk mengajarkan murid-murid SDK Indryasana menari. Hal ini karena SDK Indryasana behasil meraih juara-juara di bidang tari, nyanyi dan bidang non akademik lainnya bahkan sampai tingkat nasional. SDK Indryasana juga dapat memiliki prestasi di bidang akademik. Selain itu, kami juga dapat membantu mereka dengan memberi perhatian kepada murid-murid di SDK Indryasana sehingga mereka merasa semangat.
BAB IV
KESIMPULAN
Mahasiswa merupakan bagian dari masyakat yang termasuk dalam golongan pemuda elite yang memiliki peran khusus dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia menjadi agent of change dan agent of sosial kontrol dan banyak lagi identitas yang juga merupakan tanggung jawab yang dibebankan masyarakat kepada mahasiswa. Pada saat ini, mahasiswa telah mengalami degradasi serta dekadensi dalam berbagai aspeknya.Sebagai generasi yang memilki peran penting dalam menjaga eksistensi bangsa ini, harus segera dilakukan upaya-upaya meningkatkan kembali peran mahasiswa dalam kehidupan sosial. Menyelamatkan mahasiswa, berarti telah menyelamatkan serta memperpanjang umur bangsa Indonesia.
Mahasiswa dapat menjadi kontrol bagi berjalannya pemerintahan. Baik dalam pembuatan kebijakan maupun peraturan yang dilakukan oleh pemerintah. Mahasiswa juga bisa sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Aspirasi ini bisa dilakukan oleh mahasiswa dengan salah satunya dengan cara demonstrasi, tetapi demonstrasi yang dilakukan harus sesuai dengan peraturan. Sebagai kaum intelektual peranan mahasiswa sangat dibutuhkan dan penting dalam perubahan bangsa. Mahasiswa dapat merealisasikan teori yang di pelajarinya di kampus, terhadap masalah yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa juga harus berpikir kritis, serta memberikan inovasi inovasi terhadap suatu masalah.
Mahasiswa harus punya moral yang baik agar bisa merubah bangsa ke arah lebih baik inilah yang akan menumbuhkan jiwa leadership dalam benak mahasiswa. Tentunya dengan jiwa leadership ini akan menjadikan mahasiswa sebagai teladan yang bijak. Sebagai generasi penerus masa depan Mahasiswa sebagai penerus dan harapan bangsa untuk melakukan perubahan. Sebagai golongan muda pasti pada waktunya akan menggantikan golongan tua, baik pada orginasasi maupun pada pemerintahan. Oleh karena itu sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita mempersiapkan diri sebagai penerus perubahan bangsa di masa depan.
BAB V
REFLEKSI
Menurut Arum Ardanareswari (611610002)
Mahasiswa merupakan agen intelektual yang menjadi wakil masyarakat di komunitas. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dikarenakan kegiatan kampus secara tidak langsung membentuk moral atau pola pikir mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa juga berkewajiban memberikan upaya yang terbaik untuk mengupayakan perbaikan masyarakat di sekitar kita. Menurut saya pribadi yang masyarakat butuhkan bukanlah bantuan materiil tetapi sumbangsih tenaga dan pemikiran yang bisa membantu menyelesaikan akar permasalahan atau mengurangi dampak dari permasalahan tersebut. Kemudian pentingnya mahasiswa ikut turun dalam sebuah komunitas, dimana mahasiswa diajak untuk mengenal suatu komunitas yang mungkin dimana komunitas tersebut memiliki permasalahan sosial yakni agar mahasiswa mampu mengurangi dampak masalah sosial di komunitas tersebut.
Mahasiswa juga diajak untuk memikirkan dan mendiskusikan penyelesaian untuk masalah sosial. Karena menurut saya hanya generasi muda yang dapat mengubah moral bangsa dan negara. Semua penyelesaian tidak harus langsung yang besar tetapi dapat dimulai dari yang kecil-kecil. Dan juga masalah sosial dapat ditangani dengan kesadaran diri kita sendiri sebagai warga negara yang memiliki moral sehingga kita sebagai mahasiswa dapat mengoptimalkan peran sebagai mahasiswa itu sendiri.
Menurut Dimas Ades Setyawan (611610005)
Mahasiswa merupakan salah satu bagian tubuh terpenting dalam kemajuan suatu bangsa dan negara. Masa depan bangsa dan negara menjadi tanggung jawab generasi muda, Jika mereka berkembang dengan peningkatan kualitas yang semakin membaik maka besar harapan kebaikan dan kebahagiaan kehidupan bangsa dapat diharapkan. Namun jika terjadi sebaliknya, maka keadaan saling menuding dan menyalahkan tidak dapat dihindarkan sehingga timbul permasalahan sosial yang semakin nyata dan semakin parah. Oleh sebab itu, generasi muda merupakan asset masa depan bangsa dan negara dan mahasiswa sebagai garda depan dari sekumpulan manusia intelektual yang akan berubah menjadi penerus tombak estafet pembangunan disetiap Negara, dengan intelegensinya diharapkan bisa mendobrak pilar-pilar keterpurukan suatu negara dalam mencari kesempurnaan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga mereka memiliki peran yang cukup penting dalam penegakan kesejahteraan suatu negara. Bagi para mahasiswa dan mahasiswi dapat digunakan sebagai acuan untuk menjadi Generasi muda penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur, menanamkan semangat kemerdekaan bangsa dan negara dengan cara belajar sungguh-sungguh, anti kerusuhan antar mahasiswa, anti narkoba, dan semangat menjadi penerus bangsa dan negara yang bertanggung jawab hal tersebut merupakan salah satu contoh sederhana sebagai peran mahasiswa dalam permasalahan sosial.
Menurut Feliadewi Ruth (611610012)
Mahasiswa merupakan penerus generasi bangsa, pada masanya mahasiswa akan meneruskan membangun bangsa Indonesia. Mahasiswa saat ini dituntut untuk menuntut ilmu di Universitas agar nantinya setelah lulus mahasiswa dapat membangun bangsa negara ini menjadi lebih baik dikemudian harinya.Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa mahasiswa bisa membantu permasalahan sosial yang terjadi. Permasalahan sosial yang sering dijumpai di Indonesia adalah kesenjangan ekonomi, adanya pembullyan antar murid, adanya geng-geng negative di masyarkat, adanya ketidakadilan di beberapa daerah di Indonesia dan masalah sosial lainnya.
Sebagai mahasiswa kami memang tidak dapat secara langsung menyelesaikan masalah sosial terutama masalah perekonomian yang merupakan masalah sosial yang serius di Indonesia. Hal ini karena keterbatasan waktu dan ekonomi karena mahasiswa belum memiliki penghasilan sendiri yang cukup untuk menyelesaikan masalah ekonomi negara. Namun kami sebagai mahasiswa, dapat membantu masalah sosial dengan melakukan campaign melawan narkoba, pergaulan bebas, dan menjadi agen perubahan melawan aksi bullying. Mahasiswa juga bisa memperbaiki kualitas diri agar menjadi panutan bagi masyarakat dan anak muda lainnya.
Contoh dari mahasiswa yang berusaha memperbaiki masalah sosial adalah ketua BEM UI (Zaadit Taqwa) yang berani memberi kartu kuning pada presiden Jokowi pada Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia di Kampus UI , Depok. Peristiwa itu terjadi karena ketua BEM UI ingin Bpk. Jokowi menyoroti isu gizi buruh di Asmat, papua, mengangkat penjabat gubenur dari Polri/TNI dan menyoroti adanya draft peraturan baru ormawa yang dinilai mngancam kebebasan beorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa.
Walaupun aksi ketua BEM UI banyak dinilai masyarakat sebagai tindakan yang anarkis dan cenderung cari perhatian, namun aksi ini merupakan aksi nyata yang menyadarkan masyarakat setempat dan bertindak langsung. Mungkin aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut tidak langsung menyelesaikan masalah tetapi dapat menyadarkan mahasiswa lainnya untuk peduli terhadap masalah sosial yang terjadi di Indonesia.Seharusnya para mahasiswa dapat meniru apa yang dilakukan oleh ketua BEM UI. Bukan meniru melakukan aksi mengacungkan kartu kuning ke Bapak Jokowi, tetapi kita bisa meniru kepedulian ketua BEM UI terhadap masalah yang terjadi di Indonesia. Aksi tersebut bisa menyadarkan mahasiswa lain untuk tidak hanya belajar di universitas tetapi juga bertindak nyata menyelesaikan masalah sosial dan menjadi agen perubahan nyata.
Menurut Nurul Azmi Wibawanty (611610016)
Mahasiswa sering dikatakan sebagai agan perubahan. Maksud dan makna tersebut adalah sebuah amanah yang di berikan kepada seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia karena mahasiswa di percaya mampu mengubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dan lebih maju. Indonesia memiliki beribu-ribu mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat memiliki harapan yang besar kepada seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia agar dapat merubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tidak dapat runtuh dengan hanya adanya perbedaan. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk melihat permasalah sosial apa yang di alami oleh masyarakat. Permasalahan yang ada di dalam masyarakat dapat di liat melalui sebuah analisis sosial. Analisis sosial yaitu melihat semua aspek dalam kehidupan yang dimana nantinya akan berpotensi menimbulkan sebuah permasalahan. Mahasiswa bukan hanya memiliki tanggung jawab untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik, tetapi mahasiswa juga harus menciptakan suasana kesejahteraan, keadilan , dan juga kedamaian. Dalam mencapai dan mewujudkan semua harapan tersebut, dari diri seorang mahasiswa harus memiliki jiwa nasionalisme. Bukan hanya jiwa nasionalisme, sikap dan perilaku mahasiswa juga harus menjadi contoh untuk generasi yang akan dating seperti memiliki akhlak yang baik, bertutur kata yang baik, sopan santun, menyelsaikan permaslahan dengan kepala dingin, dapat melihat dan juga menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat , dan hal-hal yang dapat di contoh dan juga diterapkan oleh masyarakat yang menjadi sebuah hal yang positive juga dilaksanakan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan juga dalam menyelesaikan permasalahn-permasalah yang ada di lingkungan masyarakat.
Menurut Putty Nnoor Alfiyandhari (611610017)
Mahasiswa yang selalu berperan aktif dalam menganalisis terhadap persoalan sosial yang kemudian di wujudkan dalam tindakan nyata dalam merubah tatanan sosial kearah yang lebih baik. Mahasiswa kelas ini selalu berjuang untuk merubah keadaan sosial yang dianggap tidak adil (demokratis), jika di lingkungan kampus dia selalu aktif memperjuangkan kepentingan mahasiswa dan jika di masyarakat dia selalu berjuang bersama masyarakat dari segala bentuk ketidakadilan karena dia selalu menyadari tugas dan fungsinya Mahasiswa seperti ini telah memahami kedudukannya sebagai mahasiswa dan mahluk sosial yang tidak terpisahkan dari manusia lain. Mahasiswa tipe ini selalu menempatkan kepentingan sosial di atas kepentingan pribadinya bahkan rela mengorbankan kepentingan pribadinya, dan selalu belajar untuk memecahkan permasalahan yang sifatnya sosial dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.
Dalam di lingkungan sekolah banyak perbedaan yang dapat kita jumpai mulai dari agama,budaya,ras,pola pikir sampai ekonomi. Mungkin ini hanya beberapa permasalahan yang sering dijumpai dilingkungan sekolah maupun masyarakat dari banyaknya permasalahan yang ada. Sebagai mahasiswa hal-hal yang dapat dilakukan untuk menanggapi dan juga menyikapi permasalahan yang ada baik di dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat yaitu dengan cara analisis sosial. Analisis sosial merupakan suatu cara yang dapat di lakukan bagi mahasiswa apabila berkecimpung atau masuk dalam ranah sekolah. Analisis sosial ini lebih meluas, karena analisis sosial bukan saja hanya menganalisis satu bidang permasalahan saja tetapi semua bidang permasalahan. Karena dari satu bidang permasalahan yang timbul di dalam masyarakat maupun dalam lingkungan sekolah akan berkaitan dengan bidang permasalahan yang lain.
Menurut Sylma Dhini Avitra (611610020)
Masyarakat merupakan kumpulan sekelompok individu manusia yang memiliki sistem dan tujuan yang dicapai bersama. Dikarenakan memiliki sistem yang merupakan kesatuan fungsi dari unsur-unsur yang dapat menciptakan goals dalam sebuah tujuan, diperlukan suatu proses interaksi sosial antar individu. Dimana ada proses, maka pastilah terdapat tantangan serta hambatan yang muncul. Hambatan atau tantangan tersebut yang dikatakan sebagai permasalahan sosial. Apabila kita cermat mengamati suatu hubungan interaksi dalam masyarakat, sangat banyak terdapat permasalahan sosial yang muncul seperti diskrimasi, kesenjangan ekonomi, kurangnya toleransi, dan masih banyak lagi yang lain. Peristiwa permasalahan sosial ini dapat diibaratkan seperti gunung es. Semakin dikau maka akan semakin banyak dan merata terjadi dimana-mana.
Mahasiswa merupakan agen perubahan dalam segala aspek termasuk aspek sosial. Sebagai civitas akademika, mahasiswa harus peka terhadap apa yang terjadi di sekitarnya dengan mengamati, menganalisis, dan membantu untuk memecahkan permasalahan sosial tersebut. Peran mahasiswa di sini sangatlah penting. Untuk mencapai suatu dinamika yang baik dalam masyarakat, diperlukan perbaikan-perbaikan dalam prosesnya. Cara perbaikan dapat dilakukan melalui sebuah tulisan ilmiah, tindakan pengabdian sosial, dan hal lain yang positif. Perubahan yang dilakukan berawal dari suatu ide dan gagasan yang murni dan original dari para mahasiswa, Ide yang muncul harus digodog secara matang agar menghasilkan jawaban yang benar dan baik untuk semua pihak. Sering kali ide yang muncul dijadikan demonstrasi tak berdasar oleh para mahasiswa sehingga justru muncul permasalahan baru dalam suatu kehidupan bermasyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Citra, Berry. 2010. Mahasiswa sebagai agent of change dan social control.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar