Kunjungan komunitas yang
dilakukan dalam mengampu mata kuliah Pancasila cukup menarik dan cukup
menantang. Komunitas yang kami pilih adalah UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra dimana
di komunitas tersebut merupakan suatu lembaga yang bergerak untuk menyandang
orang-orang yang menderita tuna netra. Dari lembaga ini, saya jadi mengetahui
bagaimana keadaan orang-orang tuna netra yang sebenarnya. Lembaga ini sangat
berpengaruh terhadap kehidupan para penderita tuna netra. Dengan adanya lembaga
ini, tuna netra menjadi masih memiliki mimpi kedepan dan masih merasa memiliki
masa depan meskipun mereka tidak bisa melihat lagi. Banyak orang lain
menganggap bahwa penderita tuna netra sudah tidak bisa melakukan apapun dan menyusahkan
orang lain. Hal tersebut yang membuat orang lain tidak bisa menghargai
keberadaan para penderita tuna netra tersebut. Dengan adanya lembaga ini, para
penderita tuna netra dapat dilatih untuk menjalani hidup secara mandiri seperti
berjalan sendiri, pergi ke tempat lain tanpa harus diantar, dan melakukan
kegiatan lainnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu, lembaga ini juga
memberikan pelatihan kepada penderita tuna netra yang ada untuk melakukan
pekerjaan dan bisa mendapatkan uang secara mandiri. Dengan adanya hal tersebut,
penderita tuna netra menjadi memiliki semangat untuk menjalani hidup
sehari-hari dan orang lain tidak bisa lagi menghakimi atau menganggap mereka
tidak berguna lagi. Selain itu, penderita tuna netra menjadi diperhatikan
kembali dan diakui oleh orang lain.
Dari komunitas ini saya
dapat belajar bagaimana cara menghargai orang lain yang memiliki kekurangan
fisik dan mau untuk memperhatikan satu sama lain yang membutuhkan bantuan kita.
Selain itu, saya dapat melihat bagaimana perjuangan mereka untuk dapat dihargai
dan diperlakukan sama seperti orang normal lainnya. Dari komunitas itu juga,
saya dapat bersyukur atas hidup saya yang jauh lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar