Manusia selalu memiliki peran dalam menjalani kehidupan. Visi dan misi hidup menjadi pedoman untuk menentukan peran yang ditentukan. Hal tersebut dapat terbentuk dari hasil pembelajaran yang diperoleh semasa hidup dari lahir hingga sekarang. Apa yang dapat dilihat, didengar, dan dirasa menjadi stimulus utama untuk kita tangkap dan memberikan respon yang sesuai sehingga dapat terbentuk interaksi. Interaksi yang terjadi yang menyebabkan manusia menjadi makhluk sosial.
Saya belajar untuk menjadi makhluk sosial dengan peran tertentu selalu mengandalkan seluruh panca indra dalam pengumpulan informasi dari makhluk hidup yang lain sehingga dapat memberikan respon yang sesuai. Tidak terbayang jika saya kehilangan salah satu panca indra yang membuat saya kesulitan untuk mengumpulkan informasi dengan baik (panca indra yang lengkap pun masih tidak maksimal untuk digunakan sebaik mungkin apalagi kehilangan salah satunya), sehingga suatu saat saya diharuskan mengikuti mata kuliah Pancasila yang membawa kelompok saya belajar dengan melihat dan menilai penerapan 5 Sila Pancasila di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang.
Lembaga ini merupakan lembaga yang mendampingi penyandang netra (buta) untuk belajar hidup mandiri hingga dapat memperoleh pendapatan dari keterampilan yang disiapkan selama pendampingan. Lembaga dibawah Dinas Sosial Malang ini memberikan pelatihan dan keterampilan yang diperlukan sesuai dengan kemampuan siswa-siswi disana. Dengan keterbatasan mereka dimana penglihatan yang tidak ada sangat sulit dibayangkan untuk mereka belajar untuk memahami konsep bentuk dan dunia tempat mereka tinggali yang tidak bisa mereka imajinasikan sendiri, terkhusus untuk mereka yang buta dari lahir.
Di lembaga ini saya belajar bahwa keterbatasan penglihatan tidak selalu menyulitkan mereka untuk mendapatkan peran yang positif bagi masyarakat. Dengan bimbingan dan pelatihan yang sesuai, mereka dapat memberikan kontribusi yang baik bagi lingkungan sekitar. Kepercayaan diri dan tekad untuk tetap menikmati hidup dengan keterbatasan mereka membuat saya mengevaluasi diri bahwa diri saya dengan panca indra yang normal selalu mengeluh dan merasa kurang itu tidaklah berarti jika dibandingkan dengan mereka. Seharusnya saya dengan kondisi tubuh yang normal dapat membuat diri saya lebih baik dan lebih berguna dan menyadari bahwa bersosial dengan sesama sangat penting karena kita selalu membutuhkan bahkan saat tubuh kita normal.
Selain itu saya belajar untuk menghargai dan menghormati keberadaan penyandang cacat seperti tuna netra bahwa mereka sekali pun tetap dapat berperan positif bagi masyarakat. Di lembaga ini mereka dilatih untuk dapat memijat dan memiliki mobilitas yang baik. Memijat menjadi salah satu keterampilan dasar untuk dapat bekerja dan memperoleh pendapatan sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar